Teknik Menjaga Temperatur Dan Kelembaban Kumbung Teknik Menjaga Temperatur Dan Kelembaban Kumbung | Tiram Jogja

Friday, April 13, 2012

Teknik Menjaga Temperatur Dan Kelembaban Kumbung


Temperatur dan kelembaban adalah masalah utama yang dihadapi dalam budidaya jamur. Indonesia yang beriklim tropis menyebabkan temperatur tinggi menjadi masalah bagi syarat pertumbuhan jamur. Pada musim kemarau temperatur disiang hari bisa mencapai 340 C sedangkan jamur membutuhkan temperatur maksimal 280 C sebagai syarat tumbuh. Temperatur rendah relatif tidak bermasalah karena rata-rata temperatur di wilayah Indonesia tidak akan mencapai di bawah 220 C. Kondisi ini masih memenuhi bagi syarat hidup jamur. Jamur tiram dapat tumbuh dengan baik pada temperatur sekitar 250 C. Temperatur ini dapat dicapai dengan
pengkodisian sedemikian rupa pada kumbung.
Ketika temperatur di dalam kumbung naik, ventilasi pada kumbung dibuka. Pembukaan ventilasi ini akan mengalirkan udara ke dalam kumbung. Aliran udara yang baik akan mempercepat penurunan temperatur di dalam kumbung. Aliran udara yang baik dapat tercapai apabila ventilasi kumbung dirancang dengan baik dan benar. Ventilasi kumbung yang baik terdiri dari dua bagian yaitu pintu masuk dan pintu keluar udara (inlet dan outlet). 

Pintu masuk udara yang benar teletak di bagian bawah pada dinding kumbung sedangkan pintu keluar terletak di bagian atas. Artinya angin akan masuk melalui bagian bawah dan keluar melalui bagian atas. Perhatikan besar arus angin ketika ventilasi dibuka. Arus angin yang terlalu besar akan berdampak pada penurunan kelembaban udara.
Kelembaban udara paling ideal adalah 80%. Masalah yang sering muncul adalah rendahnya kelembaban hingga mencapai di bawah 70%. Beberapa buku menyatakan kelembaban dapat dinaikkan dengan beberapa teknik yaitu pengkabutan, penyiraman lantai atau kombinasi dari pengkabutan dan penyiraman lantai.
Namun sepanjang pengalaman kami, ketiga teknik tersebut tidak signifikan dalam menaikkan kelembaban udara. Teknik kombinasi pengkabutan dan penyiraman lantai hanya akan menaikkan kelembaban tak lebih dari 3%. Apabila pengkabutan dilakukan berlebih akan menyebabkan jamur terlalu basah sehingga mudah diserang lalat buah.
Cara paling efektif menaikan kelembaban udara adalah dengan membasahi dinding kumbung. Pembasahan dinding kumbung ini akan menyebabkan angin yang masuk ke dalam kumbung merupakan angin basah sehingga dengan cepat menaikkan kelembaban.  Namun pembasahan dinding yang terlalu sering akan menyebabkan dinding kumbung cepat lapuk. Untuk menyiasati hal ini gunakan kain-kain yang tak terpakai yang diletakkan pada bagian dalam dinding. Penggunan kain pada bagian dalam dinding kumbung akan menyebabkan dinding tidak basah serta dapat menyimpan air dalam waktu relatif lama.
Angin kering adalah musuh utama kelembaban. Jika kodisi lingkungan luar kumbung kering, angin yang masuk kedalam mkumbung akan langsung menurunkan kelembaban. Tutup pintu dan ventilasi kumbung apabila tidak diperlukan untuk mencegah angin kering masuk.

No comments:

Post a Comment